Chat with us, powered by LiveChat

Kamis, 13 April 2023

Tentang PSM Makasar by qiuslot88

Persaudaraan Sepak bola Makassar (disingkat PSM Makassar) adalah sebuah tim sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.



PSM Makassar didirikan pada 1915 sebagai Macassarche Voetbalbond (MVB) membuat PSM menjadi klub sepak bola tertua di Indonesia.

Saat ini klub tersebut bermain di BRI Liga 1.

Walaupun berbasis di Kota Makassar, saat ini PSM memainkan laga kandangnya bukan di Kota Makassar, melainkan berkandang di Stadion Gelora B. J. Habibie, Kota Parepare.

Tim ini berjuluk Juku Eja bahasa Makassar atau 'Ikan Merah' berdasar pada warna kostum yang mereka kenakan, yang juga sebagai hewan endemik Makassar.

Dan Ayam Jantan Dari Timur atau dalam bahasa Belandanya yaitu De Haantjes van Het Osten merujuk ke tokoh Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa ke-XVI juga sebagai Pahlawan nasional Republik Indonesia.

Sebuah julukan yang diberikan oleh Belanda, atas kegigihannya dalam berjuang pantang menyerah dalam melawan VOC Belanda.



PSM Makassar dimulai pada 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepak bola bernama Macassaarsche Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian tercatat sebagai embrio PSM.

Dalam perjalanannya, MVB menampilkan putra-putra pribumi di jajaran elite persepak bolaan Hindia Belanda, seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain andal dan cukup disegani.

Pada masa itu, sekitar 1926-1940, MVB sudah melakukan pertandingan dengan beberapa kesebelasan dari dalam maupun luar negeri.

Di antaranya dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatra, Kalimantan, dan Bali.

Sedang dari luar negeri kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Pendek kata, MVB langsung melejit sebagai klub ternama. Kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar.

Itu karena orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap, sedangkan pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa.



Sebagiannya lagi dikirim ke Myanmar.

MVB praktis lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia kala itu.

Apalagi Jepang menerapkan aturan segala yang berbau Belanda harus dimusnahkan.

Tak terkecuali itu adalah klub sepak bola.

Sebaliknya, untuk mencari dukungan penduduk setempat, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia.

MVB pun berubah menjadi Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).

PSM pertama kali menjadi juara perserikatan pada 1957 dengan mengalahkan PSMS Medan di partai final yang digelar di Medan.

Sejak saat itu PSM menjadi kekuatan baru di jagad sepak bola Indonesia.

Lima kali gelar juara perserikatan mereka raih serta beberapa kali runner-up pada era sepak bola profesional, tim ini pernah mencatat prestasi mengesankan dengan menjadi The Dream Team ketika mengumpulkan sejumlah pilar tim nasional seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, Miro Baldo Bento, Kurniawan Dwi Julianto, yang dikombinasikan dengan pemain asli Makassar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, ditambah Carlos de Mello, dan Yosep Lewono.

Kisah sejarah PSM Makassar dimulai pada tanggal 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepak bola bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian hari tercatat sebagai embrio Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).

Dalam perjalanan prestasinya, MVB menampilkan orang-orang bumi putera di jajaran elite persepak bolaan Hindia Belanda seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain andal sekaligus promotor yang disegani kalangan Belanda.

Pada masa itu, sekitar tahun 1926-1940, MVB sudah melakukan pertandingan dengan beberapa kesebelasan dari dalam negeri dan luar negeri, di antaranya dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Sedang dari luar negeri kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Pada usianya ke-25, kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar.

Orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap.

Pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa, dan sebagian dikirim ke Burma (kini Myanmar).

MVB praktis lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia.

Di Makassar, ketika itu segala yang berbau Belanda mutlak dilenyapkan, sebaliknya untuk mencari dukungan penduduk, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia.

Dan MVB pun berubah menjadi Persatuan Sepak bola Makassar (PSM).

PSM menjuarai Piala Indonesia 2018–2019 setelah mengalahkan Persija dengan skor agregat 2-1 dalam dua leg di babak final.

Tim berhak mengikuti Piala AFC 2022, menjuarai fase grup dengan bermain seri 1-1 melawan Kuala Lumpur City FC dan mengatasi Tampines Rovers FC 3-1.

Di babak semifinal Asean yang hanya dimainkan dalam satu leg saja, tim mengalahkan Kedah Darul Aman FC 2-1.

Pada final zona Asean, PSM kembali bertemu Kuala Lumpur City FC, namun dikalahkan dengan skor 2-5 di Stadion Kuala Lumpur pada tanggal 24 Agustus 2022.

PSM Makassar dulunya memainkan laga kandang di Makassar Stadion, kemudian berganti nama menjadi Stadion Mattoanging (terakhir bernama Stadion Andi Mattalatta).

Stadion Andi Mattalatta didirikan tahun 1955 dan merupakan pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional yang ke-4 pada tahun 1957.

Pada tanggal 21 Oktober 2020 Stadion Andi Mattalatta dihancurkan dan hingga kini belum ada kelanjutannya.

Pada musim 2014, PSM Makassar terpaksa harus berlaga diluar Sulawesi Selatan yakni menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, setelah Stadion Andi Mattalata tidak lolos verifikasi PT Liga Indonesia untuk mengikuti Liga Super Indonesia 2014.

Setahun kemudian, dilakukan renovasi stadion setelah manajemen PSM mengadakan kesepakatan dengan pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) selaku pengelola stadion.

Di Liga Super Indonesia 2015, PSM kembali bermarkas di Makassar.

Sejak musim 2022-23, PSM memainkan laga kandangnya di Stadion Gelora B. J. Habibie yang terletak di Kota Parepare.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Red Bull KTM MotoGP by qiuslot88

KTM memiliki kehadiran yang mapan di antara olahraga sepeda motor off-road dan memutuskan untuk memasuki MotoGP di kelas utama balap seped...