Chat with us, powered by LiveChat

Selasa, 02 Mei 2023

Tentang Persita Tangerang

Persatuan Sepak bola Indonesia Tangerang (disingkat Persita atau Persita Tangerang) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Kabupaten Tangerang.



Tim berjuluk Pendekar Cisadane yang identik dengan jersey berwarna violet.

Persita Tangerang saat ini bermain di liga tertinggi Indonesia, Liga 1. Pada tahun 2002 klub ini berhasil menjadi runner-up nasional.

Sebelum dipromosikan ke Liga 1 pada tahun 2020, Persita Tangerang terakhir kali bermain pada tahun 2014 di liga tertinggi Indonesia, yang saat itu bernama Liga Super Indonesia.



Pada musim 2003, mereka mengambil bagian dalam Kejuaraan Klub ASEAN dan mencapai perempat final, kalah 2-1 dari pemenang akhirnya Kingfisher East Bengal dari India.

Alhasil Persita berhasil mengamankan tempat di peringkat ke-3 pada kejuaraan tersebut.

Pada tahun 2020, Persita mengenalkan maskot barunya menemani maskot lama Mat Peci. Maskot baru itu bernama 'Ayam Wareng', yaitu seekor ayam yang merupakan fauna identitas kabupaten Tangerang

Persita didirikan pada tanggal 19 April 1940 di Kabupaten Tangerang yang dipelopori oleh Alm. M.E. Umran, Tetapi baru diresmikan pada tanggal 15 September 1945 dan kemudian diterima dan disahkan sebagai anggota PSSI pada 9 September 1953 dan tanggal 9 September itu pula ditetapkan sebagai hari berdirinya Persita.

Pada awal berdirinya, Persita menggunakan jersey berwarna merah dan celana putih tetapi di masa kepemimpinan H. Urip Hermansyah, warna jersey utama diganti dengan warna ungu hingga sekarang.

Julukan Persita adalah Pendekar Cisadane yang merujuk pada nama tokoh di Kabupaten Tangerang yang terkenal karena kononnya pernah melawan Ratu Buaya di Sungai Cisadane.

Sebelum memiliki Indomilk Arena Sport Center Stadium, lapangan yang dipergunakan oleh Persita adalah Lapangan LPK dan Lapangan Achmad Yani.

Ketika perkembangan sepak bola Tangerang kian maju pesat, maka terlontar ide untuk pembangunan stadion yang representatif.

Berdirilah stadion megah kebanggaan masyarakat Tangerang yakni dengan nama Stadion Benteng di Kota Tangerang dengan luas 44.000 meter persegi dan 25.000 kapasitas penonton.

Namun kini, Persita Tangerang sudah tidak lagi memakai stadion tersebut dikarenakan sudah tidak layak dan letaknya yang sudah bukan lagi mejadi wilayah Kabupaten Tangerang.

Kini Persita menggunakan Stadion Sport Center Dasana Indah, Kelapa Dua (Indomilk Arena) sebagai Kandang Kebanggaannya sejak akhir musim Liga 2 2018, dengan kapasitas lebih dari 15.000 penonton. Selain sebagai markas baru, stadion ini pun dilengkapi dengan fasilitas lapangan, tribun, locker room, training ground dan keseluruhannya sangat baik.

Persita Tangerang mempunyai beberapa kelompok suporter yang mendukung kala bertanding di stadion, diantaranya adalah Laskar Benteng Viola (LBV) yang berdiri pada 23 Desember 2001.

Seiring berjalannya waktu, muncul kembali kelompok-kelompok suporter baru Persita yang dinamakan Viola Xtrim pada tahun 2005, kelompok ini identik dengan atributnya yang berwarna hitam.

Setelah Viola Xtrim muncul North Legion yang berdiri pada 2012 beraliran Ultras penghuni tribun Utara dan La Viola 2018 kelompok ini biasa menghuni tribun timur Stadion Sport Center Kabupaten Tangerang.

Minggu, 30 April 2023

Tentang Persikabo 1973 by qiuslot88

Persikabo 1973 singkatan dari Persatuan Sepakbola Indonesia Kabupaten Bogor 1973 adalah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Indonesia dan berkompetisi di Liga 1.



Persikabo 1973 memiliki sejarah panjang sebelum menjadi tim sepak bola profesional saat ini.Ketika pertama kali berdiri pada tahun 2015, Persikabo 1973 bernama PS TNI (Persatuan Sepak bola Tentara Nasional Indonesia) yang merupakan tim sepak bola amatir yang dimiliki oleh TNI.

Nama PS TNI baru muncul ketika digelarnya kompetisi Piala Jenderal Sudirman 2015, pada turnamen ini PS TNI bekerja sama dengan PSMS Medan untuk dapat menggunakan pemain-pemain milik PSMS Medan dalam mengikuti turnamen ini, dan PS TNI menjadi satu-satunya tim non peserta Liga Super Indonesia yang ikut turnamen Piala Jenderal Sudirman.

Setelah berakhirnya kompetisi Piala Jenderal Sudirman 2015 PS TNI dan PSMS Medan memutuskan untuk berpisah pada tanggal 13 Maret 2016.

Kemudian guna mendapatkan lisensi klub sepak bola profesional, klub PS TNI secara resmi mengakuisisi Persiram Raja Ampat dan dua tahun kemudian melakukan merger dengan Persikabo Kabupaten Bogor.

Kompetisi pertama yang diikuti PS TNI setelah menjadi klub profesional adalah turnamen Piala Bhayangkara 2016, tetapi hanya sampai babak grup.

Kemudian turnamen Indonesia Soccer Championship pada tahun 2016.



Sebelum dimulainya kompetisi Liga 1 musim 2018, PS TNI mengumumkan perpindahan markas dari Stadion Pakansari, Bogor ke Stadion Sultan Agung, Bantul dan disertai juga penggantian nama klub menjadi PS TIRA yang merupakan singkatan dari Persatuan Sepakbola Tentara Nasional Indonesia-Rakyat pada tanggal 19 Januari 2018.

Pada awal tahun 2019 atau sebelum bergulirnya kompetisi Liga 1 musim 2019, PS TIRA melakukan merger dengan klub asal kabupaten Bogor yaitu Persikabo Bogor dan mengubah namanya lagi menjadi Tira Persikabo.

Pada awal tahun 2020 mereka juga ingin mengubah nama tim sekali lagi dengan menghilangkan perkataan Tira hanya menjadi Persikabo saja, tetapi saat kongres pada akhir Januari 2020 di Bali, PSSI masih belum mengesahkannya.

Namun perubahan nama dari Tira Persikabo menjadi Persikabo baru disahkan pada 15 Februari 2020 lewat kongres PSSI Jawa Barat dan diresmikan sehari setelahnya.

Persikabo 1973 memiliki pendukung yang cukup besar di Kabupaten Bogor, mereka menjadi salah satu perwakilan klub sepak bola di Jawa Barat yang beridentitaskan Sunda.

Kabomania adalah sebutan untuk suporter klub Persikabo yang umumnya berada di tribun utara. Kemudian ada yang berkultur Ultras, yakni UPCS yang menempati tribun selatan di Stadion Pakansari.

Jumat, 28 April 2023

Tentang Sriwijaya FC by qiuslot88

Sriwijaya Football Club (dikenal dengan Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Kota Palembang, Sumatra Selatan.



Klub tersebut kini berlaga di Liga 2.

Sriwijaya FC telah berdiri sejak tahun 2004.

Saat ini, klub tersebut berkandang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.

Klub berjuluk Laskar Wong Kito ini berada di bawah naungan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

Presiden Sriwijaya FC saat ini adalah Hendri Zainuddin. Sriwijaya FC juga pernah juara Divisi Utama Liga Indonesia 2007 dan Liga Super Indonesia 2011-12.

Klub ini juga pernah memenangkan gelar ganda musim 2006/2007 dan 2011/2012.

Sayangnya, pada musim 2018, klub ini berada pada urutan 16 klasemen akhir Liga 1, sehingga untuk pertama kalinya klub ini terdegradasi ke Liga 2.



Sejarah

Walaupun mewakili Provinsi Sumatra Selatan, Sriwijaya FC awalnya didirikan di Jakarta dengan nama "Persijatim Jakarta Timur" pada tahun 1976.

Di awal dekade 2000-an, klub ini sempat berganti nama menjadi Jakarta FC, tetapi kembali berganti menjadi Persijatim.

Karena alasan finansial, klub ini sempat pindah ke Kota Surakarta dan menjadi "Persijatim Solo FC" pada tahun 2002 hingga 2004.

Setelah itu, klub ini dibeli oleh Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan dan diganti namanya menjadi "Sriwijaya FC", yang berbasis di Kota Palembang hingga saat ini.

Logo

Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatra Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat digunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatra Selatan.

Logo SRIWIJAYA FC selalu terdapat simbol Burung Elang mulai dari logo awal hingga logo baru Sriwijaya FC selalu ada simbol Burung Elang, maka Sriwijaya FC diberi julukan tambahan selain Laskar Wong Kito julukan keduanya Sriwijaya FC adalah Elang Andalas (Elang Sumatra)

Wisma Atlet Jakabaring

Wisma Atlet Jakabaring yang terletak di komplek olahraga Jakabaring digunakan oleh para atlet dan staff Sriwijaya FC menginap.

Wisma Atlet digunakan sejak tahun 2015 setelah sebelumya menempati Mess Pertiwi di daerah Sekip.

Liga Nasional

Liga Indonesia/ISL

Juara 1 (2): 2008, 2012

ISL U-21

Juara 1 (1) 2013

Piala Indonesia

Juara (3): 2008, 2009, 2010

Inter Island Cup

Juara (2): 2010, 2012

Community Shield

Juara (1): 2010

Penghargaan

Team Fair Play (1): 2010

Gelar Lain

Runner-UP (1): 2014

Surya Citra Media Cup (SCM CUP) 2015

Runner-UP (2): 2015

Piala Presiden

Runner-UP (2): 2015

Juara (3): 2018

Piala Gubernur Sumsel

Juara (1): 2015

Piala Gubernur Kaltim

Juara (4): 2016

Juara (1): 2018

Piala Bhayangkara

Juara (3): 2016

Kamis, 27 April 2023

Tentang borneo fc

Borneo FC Samarinda (sering juga disebut Borneo Samarinda atau Borneo FC) adalah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Pada awal berdirinya klub ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi klub Perseba Super Bangkalan pada 19 Maret 2014, menggantikan Persisam Samarinda sebagai klub asal Samarinda yang berkompetisi di kasta teratas di Indonesia.



Pada 2015, mereka berlaga di Indonesia Super League berstatus sebagai klub promosi setelah berhasil keluar sebagai juara Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengalahkan Persiwa Wamena di partai final.

Menjalani dua laga pada ISL 2015, langkah PBFC akhirnya terhenti setelah PSSI dan kompetisi dibekukan Menpora RI.

Selepas itu, mereka terjun di Piala Presiden, sekaligus sukses menembus babak 8 besar.

Selepas ikut di Piala Presiden, Pusamania Borneo FC juga ikut berpartisipasi di Indonesian Championship Torabika Piala Jenderal Sudirman 2015 dan mereka mampu menembus babak Semifinal. Pusamania Borneo F.C. juga pernah menjuarai turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016, dan menjadi Runner up di Piala Presiden 2017.

Pada musim 2017, Pusamania Borneo F.C. mengganti nama klubnya menjadi Borneo F.C. untuk mengarungi kompetisi Liga 1.

Sejarah

Klub bermain di Divisi Utama Liga Indonesia setelah mengakuisisi klub Perseba Super Bangkalan pada tanggal 7 Maret 2014.

Nabil Husein Said Amin yang sebelumnya merupakan ketua koordinator wilayah Pusamania di Malaysia (Pusamalaya) menjadi orang penting dibalik terbentuknya Pusamania Borneo FC.



Pemuda itu bersama PT Nahusam Pratama Indonesia sebagai badan hukum PBFC, bertekad ingin membawa kembali kejayaan sepak bola Samarinda di kancah nasional.

Pada 7 Maret 2014, disepakati sebagai tanggal bulan dan tahun resmi berdirinya Pusamania Borneo FC.

Ide membentuk klub profesional yang dilakukan kelompok suporter Pusamania ini dilandasi sikap tak puas mereka terhadap klub sebelumnya yang tak kunjung memiliki prestasi. Sehingga muncul, wacana mengelola klub yang lebih transparan, profesional dan merakyat.

Selain itu, perubahan nama klub Persisam Putra yang sebelumnya pendanaannya bertumpu terhadap APBD kota Samarinda dan berubah nama menjadi Putra Samarinda sehingga statusnya dimiliki perseorangan, menjadi salah satu yang ditentang kelompok suporter terbesar di Kalimantan ini.

Tambahan nama Borneo sendiri muncul saat mereka berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi salah satu klub berlisensi profesional di Pulau Madura, yakni Perseba Super.

Nama Borneo dipilih karena, jajaran direksi PBFC ingin klub ini tak hanya bisa mengharumkan nama kota Samarinda, melainkan juga mengangkat nama Pulau Borneo di kancah sepak bola nasional dan internasional.

Tahun 2014 menjadi titik permulaan PBFC berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia.

Mengusung target lolos ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia, deretan pemain ternama didatangkan ke Samarinda.

Tak lupa, potensi lokal Benua Etam juga dilibatkan dalam skuat klub yang dijuluki Pesut Etam.

Stadion Segiri Samarinda yang selama ini identik dengan kejayaan sepak bola Samarinda dipilih Pusamania Borneo FC sebagai kandang mereka untuk menjamu lawan-lawannya.

Stadion berkapasitas hampir dua puluh ribu tempat duduk dan berbentuk curva itu dijuluki Theater Of Hell.

Suporter

Pusamania adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasan Puamania Borneo FC yang bermarkas di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia.

Warna kebanggaan Pusamania adalah Orange. Pusamania memiliki hubungan tidak harmonis dengan suporter tetangga mereka Balistik,Pusamania memiliki hubungan harmonis dengan Barito Mania, The Jak Mania, Aremania dan suporter lainnya di indonesia.

setiap ada pertandingan Pusamania dan Barito Mania selalu hadir dan mendukung penuh bersama Pusamania, walaupun bukan Barito Putera.

Akademi

Akademi Pusamania Borneo Football Club (PBFC) adalah salah satu program pembinaan dari tim senior. Bidang ini, memiliki manajemen berbeda dengan tim senior.

Adapun kelompok umur yang dipersiapkan dalam akademi ini ialah pembinaan usia U-12, U-14, U-16, U-19 dan U-21.

Akademi PBFC kedepannya akan bekerjasama dengan beberapa klub besar di Asia dan Amerika latin dalam hal pengembangan potensi pemain sepak bola belia.

Jumat, 14 April 2023

tentang Persipura by qiuslot88

Persatuan Sepak bola Indonesia Jayapura atau Persipura Jayapura (disingkat Persipura) merupakan klub sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kota Jayapura, Papua.

Klub didirikan tahun 1963 dan bermarkas di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura.

Klub saat ini berkompetisi di Liga 2 yang merupakan kasta kedua sepak bola di liga Indonesia.



Persipura merupakan salah satu klub sepak bola tersukses di Indonesia dengan empat kali meraih gelar juara dan satu-satunya tim liga Indonesia yang pernah masuk ke babak semifinal Piala AFC.

Saat ini Persipura berlaga di Liga 2.

Sejarah pembentukan Persipura tak diketahui secara pasti.

Para petinggi klub belum bisa memastikan bahwa Persipura dibentuk pada tahun 1963, karena terdapat pula bukti yang menunjukkan tahun 1962, 1965, dan bahkan 1950.

Di luar itu, mereka juga belum bisa memastikan apa nama terdahulu Persipura.

Persipura memenangkan Divisi Satu Perserikatan sebanyak dua kali pada musim 1978-79 dan 1993. Selain itu, klub meraih gelar runner-up pada Divisi Utama 1980 sebagai tim promosi kala dikalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1 di laga final yang berlangsung tanggal 31 Agustus di Stadion Utama Senayan (kini SUGBK).

Di pertandingan tersebut, para pencetak gol adalah Leo Kapisa di menit 15 untuk Persipura dan Rustam Syafari ('45), serta Bustamam ('55, '81) untuk Persiraja.

PT. Persipura Papua didirikan di tahun 2008 untuk memenuhi persyaratan mengikuti Liga Super Indonesia (LSI) 2008–2009 yang juga menandai era profesional.

Persipura pernah mendominasi kompetisi liga tertinggi Indonesia dibawah pelatih asal Brasil Jacksen F. Tiago dengan tiga kali menjuarai LSI (kini Liga 1) pada masing-masing musim 2008-09, 2010-11 dan 2013.

Mereka juga mampu finis kedua sebanyak tiga kali pada masa LSI.

Saat PSSI dibekukan FIFA, diadakanlah Indonesia Soccer Championship di tahun 2016 dan tim menjadi juara di kompetisi tersebut.



Persipura mengalami kesulitan pada Liga 1 2021–2022 di mana kedua figur senior mereka Boaz Solossa dan Tinus Pae dipecat akibat masalah kedisiplinan, namun Tinus direkrut kembali pada pertengahan musim.

Poin tim juga dikurangi sebanyak 3 poin setelah tim tidak hadir dalam pertandingan melawan Madura United FC pada 21 Februari 2022.

Setelah meraih hasil buruk sepanjang musim, Persipura terdegradasi ke Liga 2 yang mengakhiri masa 29 tahun mereka di level tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

Mereka menang 3-0 atas Persita Tangerang di laga terakhir pada tanggal 31 Maret 2022, tapi itu tidak cukup dikarenakan Barito Putera, yang unggul 2 poin di klasemen sebelum laga tersebut, bermain imbang 1-1 melawan Persib.

Barito berada di atas Persipura lewat keunggulan rekor pertemuan meskipun berpoin sama.

Dalam beberapa kesempatan Persipura tampil di Piala AFC dan Liga Champions Asia, yang diawali dari Liga Champions Asia 2010.

Mereka menghadapi Jeonbuk Hyundai Motors, Changchun Yatai F.C. dan Kashima Antlers dan finis di peringkat terbawah dengan hanya sekali menang melawan Changchun Yatai.

Di tahun selanjutnya, Persipura mengikuti Piala AFC 2011 dan mampu melaju hingga perempatfinal sebelum dikalahkan tim Irak Arbil SC.

Pada Liga Champions musim 2012, mereka tak lolos ke fase grup karena ditekuk Adelaide United (Australia).

Pada tahun 2014, Persipura lolos ke fase grup Piala AFC, menggungguli Churchill Brothers S.C., Home United, dan New Radiant S.C. Kemudian, mereka melawan Yangon United F.C. di babak 16 besar yang dapat dikalahkan dengan skor 9-2 dengan Boakay Eddie Foday mencetak lima gol. Merekapun menang atas Kuwait SC di perempatfinal dan lolos ke semifinal untuk menghadapi Qadsia SC.

Namun, Persipura dikalahkan tim asal Kuwait tersebut dengan agregat 10-2.

Persipura kembali tampil di Piala AFC pada musim 2015 berkat finis kedua pada LSI 2014 dan langsung lolos ke fase grup.

Di fase tersebut, mereka menjadi juara dari grup yang terdiri dari Bengaluru FC, Maziya, dan Warriors FC.

Pada babak 16 besar, mereka akan melawan Pahang FA namun tim dari Malaysia tersebut tidak dapat hadir dikarenakan masalah visa dan pertandigan dianggap WO atau walkover.

Pada akhirnya, Persipura terhenti akibat FIFA membekukan PSSI yang diintervensi pemerintah sehingga semua kegiatan persepak bolaan di Indonesia tak bisa dijalankan.

Suporter Persipura Jayapura adalah PersipuraMania atau The Comen's berdiri tahun 2004 yang terdiri dari 18 elemen suporter, Black Boys 1963, dan kelompok suporter Ultras BlackPearl Curva Nord berdiri 6 Juli 2017 yang berada di kota Jayapura dan juga dari berbagai kota besar di Indonesia bahkan di belahan dunia.

Kamis, 13 April 2023

Tentang PSM Makasar by qiuslot88

Persaudaraan Sepak bola Makassar (disingkat PSM Makassar) adalah sebuah tim sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.



PSM Makassar didirikan pada 1915 sebagai Macassarche Voetbalbond (MVB) membuat PSM menjadi klub sepak bola tertua di Indonesia.

Saat ini klub tersebut bermain di BRI Liga 1.

Walaupun berbasis di Kota Makassar, saat ini PSM memainkan laga kandangnya bukan di Kota Makassar, melainkan berkandang di Stadion Gelora B. J. Habibie, Kota Parepare.

Tim ini berjuluk Juku Eja bahasa Makassar atau 'Ikan Merah' berdasar pada warna kostum yang mereka kenakan, yang juga sebagai hewan endemik Makassar.

Dan Ayam Jantan Dari Timur atau dalam bahasa Belandanya yaitu De Haantjes van Het Osten merujuk ke tokoh Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa ke-XVI juga sebagai Pahlawan nasional Republik Indonesia.

Sebuah julukan yang diberikan oleh Belanda, atas kegigihannya dalam berjuang pantang menyerah dalam melawan VOC Belanda.



PSM Makassar dimulai pada 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepak bola bernama Macassaarsche Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian tercatat sebagai embrio PSM.

Dalam perjalanannya, MVB menampilkan putra-putra pribumi di jajaran elite persepak bolaan Hindia Belanda, seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain andal dan cukup disegani.

Pada masa itu, sekitar 1926-1940, MVB sudah melakukan pertandingan dengan beberapa kesebelasan dari dalam maupun luar negeri.

Di antaranya dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatra, Kalimantan, dan Bali.

Sedang dari luar negeri kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Pendek kata, MVB langsung melejit sebagai klub ternama. Kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar.

Itu karena orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap, sedangkan pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa.



Sebagiannya lagi dikirim ke Myanmar.

MVB praktis lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia kala itu.

Apalagi Jepang menerapkan aturan segala yang berbau Belanda harus dimusnahkan.

Tak terkecuali itu adalah klub sepak bola.

Sebaliknya, untuk mencari dukungan penduduk setempat, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia.

MVB pun berubah menjadi Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).

PSM pertama kali menjadi juara perserikatan pada 1957 dengan mengalahkan PSMS Medan di partai final yang digelar di Medan.

Sejak saat itu PSM menjadi kekuatan baru di jagad sepak bola Indonesia.

Lima kali gelar juara perserikatan mereka raih serta beberapa kali runner-up pada era sepak bola profesional, tim ini pernah mencatat prestasi mengesankan dengan menjadi The Dream Team ketika mengumpulkan sejumlah pilar tim nasional seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Aji Santoso, Miro Baldo Bento, Kurniawan Dwi Julianto, yang dikombinasikan dengan pemain asli Makassar seperti Ronny Ririn, Syamsudin Batola, Yusrifar Djafar, dan Rachman Usman, ditambah Carlos de Mello, dan Yosep Lewono.

Kisah sejarah PSM Makassar dimulai pada tanggal 2 November 1915 yang dinyatakan sebagai berdirinya sebuah perkumpulan sepak bola bernama Makassar Voetbal Bond (MVB) yang di kemudian hari tercatat sebagai embrio Persatuan Sepak bola Makassar (PSM Makassar).

Dalam perjalanan prestasinya, MVB menampilkan orang-orang bumi putera di jajaran elite persepak bolaan Hindia Belanda seperti Sagi dan Sangkala sebagai pemain andal sekaligus promotor yang disegani kalangan Belanda.

Pada masa itu, sekitar tahun 1926-1940, MVB sudah melakukan pertandingan dengan beberapa kesebelasan dari dalam negeri dan luar negeri, di antaranya dari Jawa, seperti Quick, Excelcior, HBS, sejumlah klub dari Sumatra, Kalimantan, dan Bali. Sedang dari luar negeri kesebelasan dari Hongkong dan Australia.

Pada usianya ke-25, kegiatan MVB mulai surut seiring dengan kedatangan pasukan Jepang di Makassar.

Orang-orang Belanda yang tergabung dalam MVB ditangkap.

Pemain-pemain pribumi dijadikan Romusa, dan sebagian dikirim ke Burma (kini Myanmar).

MVB praktis lumpuh total, sebagaimana klub-klub sepak bola di Indonesia.

Di Makassar, ketika itu segala yang berbau Belanda mutlak dilenyapkan, sebaliknya untuk mencari dukungan penduduk, Jepang membiarkan masyarakat menggunakan nama-nama Indonesia.

Dan MVB pun berubah menjadi Persatuan Sepak bola Makassar (PSM).

PSM menjuarai Piala Indonesia 2018–2019 setelah mengalahkan Persija dengan skor agregat 2-1 dalam dua leg di babak final.

Tim berhak mengikuti Piala AFC 2022, menjuarai fase grup dengan bermain seri 1-1 melawan Kuala Lumpur City FC dan mengatasi Tampines Rovers FC 3-1.

Di babak semifinal Asean yang hanya dimainkan dalam satu leg saja, tim mengalahkan Kedah Darul Aman FC 2-1.

Pada final zona Asean, PSM kembali bertemu Kuala Lumpur City FC, namun dikalahkan dengan skor 2-5 di Stadion Kuala Lumpur pada tanggal 24 Agustus 2022.

PSM Makassar dulunya memainkan laga kandang di Makassar Stadion, kemudian berganti nama menjadi Stadion Mattoanging (terakhir bernama Stadion Andi Mattalatta).

Stadion Andi Mattalatta didirikan tahun 1955 dan merupakan pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional yang ke-4 pada tahun 1957.

Pada tanggal 21 Oktober 2020 Stadion Andi Mattalatta dihancurkan dan hingga kini belum ada kelanjutannya.

Pada musim 2014, PSM Makassar terpaksa harus berlaga diluar Sulawesi Selatan yakni menggunakan Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, setelah Stadion Andi Mattalata tidak lolos verifikasi PT Liga Indonesia untuk mengikuti Liga Super Indonesia 2014.

Setahun kemudian, dilakukan renovasi stadion setelah manajemen PSM mengadakan kesepakatan dengan pihak Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) selaku pengelola stadion.

Di Liga Super Indonesia 2015, PSM kembali bermarkas di Makassar.

Sejak musim 2022-23, PSM memainkan laga kandangnya di Stadion Gelora B. J. Habibie yang terletak di Kota Parepare.

Rabu, 12 April 2023

Tentang Persijap Jepara by qiuslot88

Persatuan Sepak bola Indonesia Jepara disingkat Persijap adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah.



Jepara merupakan sebuah kabupaten yang terletak paling utara di Pulau Jawa.

Persijap Jepara bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) dan bermain di Liga 2 di musim 2020, Setelah menjadi Juara Liga 3 di musim 2019.

Jepara adalah Kabupaten dengan mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor industri pengolahan kayu.

Produk mebel kayu merupakan lokomotif utama perekonomian masyarakat kabupaten ini.

Dan juga sektor pariwisata tentunya yang patut diperhitungkan.



Pada tahun 1930-an, di Jepara lahir dua klub sepak bola bentukan Belanda.

Yaitu Y.V.C (Yapara Voedbal Club) dan Alsides.

Dengan demikian cikal bakal sepak bola Jepara sudah berakar sejak penjajahan zaman Belanda.

Sepak bola Jepara pada kurun waktu singkat sudah bisa menjadi olahraga rakyat pada umumnya.

Di setiap pelosok desa sepak bola sudah dimainkan.

Setelah Belanda kalah dan Indonesia di jajah Jepang, dua klub tersebut akhirnya bubar.

Namun, sebagai olahraga yang diminati rakyat, sepak bola semakin terus berkembang.

Melihat perkembangan sepak bola di Kabupaten Jepara, Bupati Jepara Sahlan Ridwan (1954) berkeinginan membentuk sebuah kesebelasan milik Kabupaten Jepara.

Ide ini dilandasi dengan semakin banyaknya klub-klub yang tumbuh.

Tahun itu kemudian dicatat sebagai tahun berdirinya Persijap Jepara tepatnya pada tanggal 11 April 1954.

Persijap didirikan pada tahun 1954.

Pada tahun 2001 tim ini berhasil masuk ke jajaran Divisi Utama, sebelum akhirnya kembali ke Divisi Satu Liga Indonesia.

Mulai tahun 2005, Persijap Jepara yang dilatih oleh Rudy William Keltjes berhasil kembali ke Divisi Utama.

Untuk musim 2006 Persijap Jepara bergabung di Wilayah Barat.

Memang belum ada prestasi hebat bagi tim Persijap Senior.

Namun, Persijap sudah mampu mengalahkan tim-tim besar di Divisi Utama seperti Persipura Jayapura, PSM Makassar dan PSIS Semarang.

Bahkan untuk PSIS Semarang, Persijap Jepara pernah mengalahkannya dua kali di Copa Indonesia dengan skor 2-0 di Kabupaten Jepara dan 3-2 di Kota Semarang.

Untuk kelompok pembinaaan Junior, Persijap merupakan klub besar di tanah air.

Tim ini sudah tiga kali menjuarai Piala Soeratin (kompetisi junior tertinggi di Indonesia).

Kebesaran tim junior Persijap Jepara bahkan menyamai tim-tim Persebaya Surabaya, PSM Makassar, dan klub-klub besar lainnya.

Gigga adalah sebutan nama maskot Persijap Jepara yang berupa Elang Laut Dada Putih (Bahasa Inggris: Sea White Eagle).

Elang Laut Dada Putih merupakan fauna identitas Kabupaten Jepara.

Elang Laut Dada Putih yang sebagian besar hidup di Laut Jawa dijuluki sebagai mesin terbang karena kecepatan terbangnya yang luar biasa.

Oleh karena itu, Persijap Jepara di juluki "Elang Laut Jawa".

Laskar Kalinyamat

Persijap Jepara memiliki julukan yaitu Laskar Kalinyamat karena Laskar/Prajurit/Pasukan Kerajaan Kalinyamat di bawah pimpinan Ratu Kalinyamat adalah pasukan yang sangat kuat pernah melakukan menyerang Portugis 3 kali yaitu dua kali menggusir Portugis dari Malaka dan satu kali mengusir Portugis dari Ambon.

Elang Laut Jawa (Elang Laut Dada Putih)

Elang Laut Dada Putih merupakan fauna identitas Kabupaten Jepara.

Elang Laut Dada Putih Laut Jawa di juluki sebagai mesin terbang karena kecepatan terbangnya yang luar biasa.

Jepara juga memiliki wilayah "Laut Jawa" yang sangat luas terbukti bahwa Kepulauan Karimunjawa masuk dalam administrasi wilayah Kabupaten Jepara.

Oleh karena itu, Persijap Jepara bisa di beri julukan Elang Laut Jawa

Tentang Red Bull KTM MotoGP by qiuslot88

KTM memiliki kehadiran yang mapan di antara olahraga sepeda motor off-road dan memutuskan untuk memasuki MotoGP di kelas utama balap seped...